‎Perdana Ikut Barampok Maras, Alung Tunjukkan Mental Bertanding dan Pengalaman Karate ‎

Taliwang, Sumbawa Barat -- Zahrul Muhajin, yang akrab disapa Alung, mulai menjajal pengalaman baru di dunia olahraga tradisional dengan mengikuti kegiatan Barampok Maras yang digelar Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa Barat.

‎Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Alun-alun Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Minggu (4/10/2026). Bagi Alung, ajang tersebut menjadi pengalaman perdana mengikuti pertandingan Barampok Maras di hadapan masyarakat.

‎Alung merupakan anak pertama dari Fajri Rozik, yang saat ini menjabat sebagai Lurah Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Meski baru pertama kali tampil dalam Barampok Maras, Alung berani mengambil bagian dengan turun di kelas Pemuda.

‎Fajri Rozik mengatakan, keikutsertaan putranya dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga, terutama untuk membangun keberanian, mental dan rasa percaya diri dalam mengikuti sebuah pertandingan.

‎Menurut Fajri, Alung sebenarnya bukan sosok yang asing dengan dunia pertandingan. Sebelumnya, Alung cukup sering mengikuti berbagai kejuaraan karate dan dari sejumlah kejuaraan yang diikutinya, ia juga berhasil membawa pulang medali.

‎"Alung memang sudah sering mengikuti kejuaraan karate. Alhamdulillah, dari beberapa kejuaraan yang diikuti, dia tetap bisa mendapatkan medali. Jadi, Barampok Maras ini menjadi pengalaman baru baginya untuk mencoba olahraga dan pertandingan dengan karakter yang berbeda," ujar Fajri.

‎Pengalaman mengikuti kejuaraan karate tersebut, kata Fajri, diharapkan dapat menjadi bekal bagi Alung dalam membangun mental dan keberanian ketika menghadapi pertandingan. Namun, ia tetap menekankan bahwa setiap cabang olahraga memiliki karakter dan teknik yang berbeda sehingga Alung harus terus belajar dan beradaptasi.

‎Dalam keikutsertaannya pada Barampok Maras, Alung harus menjalani tiga pertandingan. Dari tiga pertandingan tersebut, lawan yang dihadapinya berhasil membuat Alung harus mengakhiri langkahnya dalam kompetisi.

‎Meski belum berhasil melangkah lebih jauh, pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Alung untuk terus belajar. Kekalahan dalam pertandingan dinilai sebagai bagian dari proses yang harus dilewati seorang atlet untuk meningkatkan kemampuan.

‎Fajri menilai, keberanian Alung untuk mencoba Barampok Maras patut diapresiasi. Sebab, setelah cukup sering mengikuti kejuaraan karate dan meraih medali, kali ini Alung memilih mencoba tantangan baru dengan turun dalam olahraga tradisional yang memiliki karakter berbeda.

‎Selain mengikuti berbagai kejuaraan karate, Alung juga mendapatkan pembinaan di Dojo Bom yang berada di Lingkungan KTC, Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.

‎"Dojo ini merupakan tempat latihan yang dididik oleh Simpe Kasman Libia. Di tempat itu, Alung mendapatkan pembinaan dan latihan sebagai bagian dari proses untuk meningkatkan kemampuan, kedisiplinan serta mentalnya dalam menghadapi pertandingan," ungkapnya.

‎Bagi Fajri, keberadaan tempat pembinaan seperti Dojo Bom sangat penting dalam memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan minat serta bakat mereka di bidang olahraga.

‎Ia berharap pengalaman pertama Alung mengikuti Barampok Maras dapat menjadi motivasi untuk terus berlatih dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kekalahan. Menurutnya, pengalaman menang maupun kalah sama-sama memiliki nilai dalam proses pembentukan seorang atlet muda.

‎"Yang terpenting bagi kami adalah Alung berani mencoba dan mendapatkan pengalaman. Menang atau kalah dalam pertandingan adalah bagian dari proses belajar. Kalau di karate dia sudah beberapa kali mendapatkan medali, sekarang dia mencoba pengalaman baru melalui Barampok Maras," kata Fajri.

‎Ia juga mengapresiasi kegiatan Barampok Maras yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk tampil dan menunjukkan kemampuan mereka. Menurutnya, kegiatan semacam itu dapat menjadi wadah positif bagi pemuda untuk menyalurkan energi, minat dan bakat.

‎"Saya berharap kegiatan olahraga tradisional maupun olahraga lainnya di Kabupaten Sumbawa Barat dapat terus dikembangkan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, saya meyakini akan semakin banyak anak muda yang memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun mental bertanding," harapnya.

‎Sementara itu, bagi Alung, pertandingan perdana tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Meski harus menerima kekalahan dalam tiga pertandingan, keberaniannya untuk turun di kelas Pemuda menjadi langkah baru dalam perjalanan olahraganya.

‎Dengan pengalaman mengikuti kejuaraan karate dan sejumlah medali yang telah diraihnya, ditambah pengalaman baru di Barampok Maras, Alung diharapkan semakin matang dalam menghadapi berbagai tantangan pertandingan ke depan.

‎"Bagi seorang atlet muda, kemenangan bukan selalu tentang menjadi juara. Keberanian untuk tampil, kesiapan menghadapi lawan, menerima kekalahan dan kembali berlatih merupakan bagian penting dalam perjalanan membangun mental juara," pungkas Fajri Rozik. (Hen).