Tinggalkan PPP, Manurung Young Berlabuh ke PKB KSB: Sinyal Baru Menuju Peta Politik 2029?

Taliwang, Sumbawa Barat — Dinamika politik Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai memperlihatkan geliat baru menjelang kontestasi politik 2029. Bergabungnya Manurung Young, salah seorang tokoh dan politisi senior di daerah tersebut, ke dalam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi sorotan tersendiri. Langkah politik ini sekaligus memunculkan pertanyaan menarik: apakah perpindahan kader berpengalaman tersebut akan menjadi bagian dari strategi besar PKB dalam memperkuat kekuatan politiknya di Bumi Pariri Lema Bariri?

Manurung Young, yang akrab disapa Manurung, sebelumnya dikenal sebagai salah satu figur yang pernah berkontestasi dalam Pemilihan Legislatif 2024 melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia dinilai telah memperoleh dukungan suara dari masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi modal politik tersendiri ketika kini ia memilih melanjutkan perjalanan politiknya bersama PKB.

Keputusan Manurung bergabung dengan PKB disampaikan kepada wartawan Akurasi NTB News seusai kegiatan pelantikan pengurus DPC PKB Kabupaten Sumbawa Barat yang berlangsung di Hanipati Resto, Senin (26/10/2026). Dalam wawancara tersebut, ia mengungkapkan bahwa keputusannya bukan sekadar mengikuti arus politik atau mencari kendaraan untuk menghadapi pemilu mendatang.

Manurung menegaskan bahwa pilihannya terhadap PKB telah melalui pertimbangan pribadi yang mendalam. Ia merasa nilai dan karakter partai tersebut sejalan dengan prinsip yang selama ini dipegangnya dalam berpolitik. Baginya, bergabung dengan sebuah partai bukan perkara melihat nama besar, simbol, atau peluang memperoleh jabatan semata, melainkan menyangkut keyakinan dan kesesuaian hati.

“Motivasi saya masuk PKB karena menurut saya partai ini selaras dengan jiwa saya dalam berpartai. Saya sudah mantap betul dengan PKB. Saya juga sudah melaksanakan salat istikharah, dan dari situ pilihan saya jatuh kepada PKB,” ungkap Manurung.

Pernyataan tersebut memberikan warna tersendiri dalam dinamika politik lokal. Di tengah persepsi masyarakat bahwa perpindahan partai kerap berkaitan dengan perhitungan elektoral, Manurung justru menekankan aspek keyakinan pribadi sebagai landasan keputusannya. Ia menyebut tidak ingin menentukan pilihan hanya berdasarkan gambar partai atau platform yang terlihat di permukaan, tetapi berusaha memastikan pilihannya sesuai dengan kemantapan hati.

“Saya tidak memilih partai hanya karena melihat gambar atau platform. Saya betul-betul ingin istiqamah dengan pilihan saya. Melalui istikharah, saya akhirnya menjatuhkan pilihan kepada PKB. Hari ini saya sudah mantap,” tegasnya.

Masuknya Manurung ke PKB tentu menarik dicermati dalam konteks persiapan politik menuju Pemilu 2029. Pengalaman mengikuti kontestasi legislatif pada 2024, ditambah jejaring sosial dan pengenalan terhadap dinamika masyarakat, berpotensi menjadi modal untuk memperkuat konsolidasi partai. Namun, seberapa besar pengaruhnya terhadap peningkatan dukungan PKB masih akan ditentukan oleh kerja politik, soliditas organisasi, serta kepercayaan masyarakat.

Manurung sendiri menilai PKB memiliki peluang untuk berkembang lebih baik pada kontestasi mendatang. Menurutnya, bergabungnya sejumlah kader yang sebelumnya berproses melalui partai lain dapat menjadi tambahan energi bagi partai, terutama apabila seluruh kekuatan tersebut mampu disatukan dalam satu gerakan politik yang terarah.

“Dengan kekuatan PKB yang ada sekarang, ditambah kader-kader yang sebelumnya berasal dari partai lain dan kini bergabung, saya yakin PKB pada 2029 akan lebih bagus dibandingkan sekarang,” ujarnya optimistis.

Meski demikian, Manurung belum ingin berbicara jauh mengenai kemungkinan dirinya kembali maju sebagai calon anggota DPRD KSB pada Pemilu 2029. Ia memilih untuk tidak terburu-buru menetapkan target pribadi sebelum menjalani proses bersama partai. Baginya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membangun kebersamaan dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan PKB di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Untuk sementara, saya belum memikirkan apakah akan maju sebagai calon dewan atau tidak. Yang penting, niat dan ikhtiar saya sekarang adalah membantu PKB. Nanti kita lihat perkembangan berikutnya. Saya ingin bergabung dan berjuang bersama PKB terlebih dahulu,” katanya.

Sikap tersebut memperlihatkan bahwa Manurung ingin menempatkan konsolidasi organisasi sebagai prioritas awal. Dalam politik, keputusan untuk maju sebagai calon legislatif memang tidak hanya bergantung pada keinginan pribadi, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan kader, kebutuhan partai, strategi pemenangan, serta aspirasi masyarakat. Karena itu, peluang politik Manurung pada 2029 masih terbuka, tetapi belum dapat dipastikan.

Selain berbicara mengenai masa depan politiknya, Manurung juga menyampaikan pesan kepada seluruh kader PKB di KSB. Ia menilai kekompakan, militansi, dan kerja sama merupakan modal penting yang harus terus dipelihara. Menurutnya, kekuatan sebuah partai tidak hanya ditentukan oleh jumlah kader atau tokoh yang bergabung, tetapi juga oleh kemampuan mereka membangun gerakan bersama.

“Teman-teman yang sudah bergabung dan militan di PKB, saya melihat kerja samanya bagus dan kader-kadernya kompak. Harapan saya, kekompakan ini terus dijaga. Dengan tambahan kekuatan dari luar, mari kita besarkan PKB bersama-sama,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Sumbawa Barat, Andi Laweng, S.H., M.H., menyambut positif bergabungnya Manurung Young ke dalam jajaran kepengurusan partai. Ia menegaskan bahwa PKB membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang memiliki keinginan untuk berkontribusi, berorganisasi, dan bersama-sama membesarkan partai di daerah tersebut.

Menurut Andi Laweng, kehadiran kader dengan pengalaman politik seperti Manurung merupakan tambahan kekuatan yang patut disyukuri. Ia memandang pengalaman, jaringan, serta pemahaman terhadap dinamika politik lokal sebagai potensi yang dapat memperkaya gerak organisasi apabila dikelola dengan baik.

“Kami membuka ruang bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat yang ingin bergabung dan bersama-sama membesarkan PKB. Kami tentu bangga menerima Manurung sebagai bagian dari keluarga besar PKB. Beliau merupakan salah satu tokoh dan politisi senior di KSB yang memiliki pengalaman dalam dunia politik,” ujar Andi Laweng.

Andi Laweng juga menegaskan bahwa latar belakang politik seseorang bukanlah penghalang untuk membangun kebersamaan di dalam PKB. Menurutnya, yang terpenting adalah kesediaan setiap kader untuk bekerja bersama, menjaga komitmen organisasi, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan partai dan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.

“Politik seharusnya menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pengalaman dan gagasan. Dengan terbukanya pintu bagi kader dari berbagai latar belakang, kami dapat memperluas basis dukungan sekaligus memperkuat soliditas internal. Meski demikian, keberhasilan upaya tersebut tetap bergantung pada konsistensi kerja kader dan kemampuan partai menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Bergabungnya Manurung Young dengan PKB pada akhirnya menjadi salah satu perkembangan yang patut diperhatikan dalam peta politik lokal. Langkah tersebut belum otomatis menjamin peningkatan kursi legislatif ataupun memastikan pencalonannya pada 2029. Namun, kehadiran tokoh yang pernah mengikuti kontestasi melalui PPP itu menambah dinamika dalam proses konsolidasi PKB KSB menuju agenda politik mendatang.

Publik kini akan melihat bagaimana Manurung menerjemahkan komitmen politiknya menjadi kerja nyata, sekaligus bagaimana PKB mengelola tambahan kekuatan tersebut untuk membangun kepercayaan masyarakat. Apakah langkah ini akan menjadi awal dari kebangkitan elektoral PKB di KSB atau sekadar bagian dari dinamika perpindahan kader, jawabannya akan ditentukan oleh perjalanan politik dan kerja organisasi dalam beberapa tahun ke depan.

“Satu hal yang menjadi pesan utama dari momentum ini adalah bahwa persaingan politik tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling banyak memiliki tokoh, tetapi juga oleh siapa yang mampu merawat persatuan, membangun kedekatan dengan masyarakat, dan membuktikan komitmen melalui kerja nyata. Bagi PKB KSB, perjalanan menuju 2029 telah menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk membuktikan bahwa tambahan kekuatan kader dapat bertransformasi menjadi dukungan publik yang lebih luas.” Pungkasnya. (Hen).