Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus menghadirkan program inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah Kartu KSB Maju Bidang Sosial, yang diluncurkan oleh Bupati H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si bersama Wakil Bupati Hj. Hanifa Musyafirin, S.Pt., M.M.Inov. Program ini memberikan berbagai manfaat bagi kelompok masyarakat rentan, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, anak yatim piatu, hingga keluarga miskin ekstrem.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, Feryal,SKM. menegaskan
bahwa kehadiran Kartu KSB Maju bidang sosial adalah bentuk nyata kepedulian
pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan. “Program
ini menjadi instrumen penting dalam menekan angka kemiskinan, sekaligus
menjamin hak dasar masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya pada Jum’at
(29/08/2025)
Salah satu manfaat yang menonjol adalah bantuan sosial bagi
anak yatim piatu. Melalui program ini, anak-anak yang kehilangan salah satu
atau kedua orang tuanya berhak mendapatkan bantuan sebesar Rp500 ribu per
bulan. Dana tersebut langsung ditransfer melalui rekening penerima Kartu KSB
Maju sehingga lebih transparan dan tepat sasaran.
Program bantuan yatim piatu ini dinilai sebagai salah satu
implementasi paling nyata dari amanat Pasal 34 ayat 1 UUD 1945, yang menyatakan
bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Dengan adanya
skema bantuan ini, anak-anak yatim piatu di Sumbawa Barat tetap memiliki
kesempatan untuk hidup layak dan terpenuhi kebutuhannya.
Selain itu, perhatian juga diberikan kepada warga lanjut usia. Pemerintah menyediakan Bantuan Maju Sosial Lanjut Usia dengan nilai Rp250 ribu per jiwa per bulan. Bantuan ini ditujukan untuk lansia berusia 68 tahun ke atas yang masuk kategori miskin dan rentan secara sosial.
Dengan adanya bantuan tersebut, lansia di Sumbawa Barat yang
selama ini tidak memiliki penghasilan tetap bisa mendapatkan tambahan biaya
untuk kebutuhan dasar mereka. “Bantuan ini bukan hanya soal uang, tapi juga
bentuk penghargaan dan perhatian kepada para orang tua kita yang telah berjasa
di masa lalu,” kata Feryal.
Pemerintah KSB juga menyiapkan bantuan uang duka bagi
keluarga yang ditinggalkan. Santunan sebesar Rp1 juta diberikan kepada ahli
waris sebagai bentuk belasungkawa dari pemerintah daerah. Bantuan ini
diharapkan meringankan beban keluarga dalam menghadapi masa sulit akibat
kehilangan anggota keluarga.
Di bidang disabilitas, Bantuan Sosial Penyandang Disabilitas
turut menjadi prioritas. Setiap penerima mendapatkan Rp250 ribu per bulan.
Tujuannya adalah membantu pemenuhan kebutuhan dasar penyandang disabilitas agar
mereka bisa menjalani kehidupan yang lebih layak serta mendapatkan dukungan sosial
dan ekonomi yang memadai.
Feryal menambahkan, proses pengajuan bantuan dilakukan
dengan mekanisme yang jelas dan terbuka. Warga bisa mengajukan melalui
pemerintah desa/kelurahan, fasilitator, pendamping sosial, hingga agen gotong
royong. Bahkan, masyarakat juga bisa mengajukan secara mandiri langsung ke
Dinas Sosial.
Tidak kalah penting, Bantuan Sosial Kemiskinan Ekstrem juga
dihadirkan melalui Kartu KSB Maju. Kriteria penerimanya berdasarkan data Bank
Dunia, yakni keluarga dengan pengeluaran harian tidak lebih dari Rp10.739 per
orang, atau sekitar Rp322 ribu per bulan. Bantuan yang diberikan sebesar Rp600
ribu per keluarga setiap bulannya.
Dengan adanya bantuan ini, keluarga miskin ekstrem di Sumbawa Barat mendapatkan perlindungan sosial yang konkret. Bantuan tunai tersebut diharapkan mampu menjadi penopang kebutuhan sehari-hari, terutama untuk kebutuhan pokok.
Menurut Feryal, program Kartu KSB Maju bidang sosial menjadi
inovasi yang selaras dengan semangat “gotong royong” yang selama ini menjadi
ruh pembangunan di Sumbawa Barat. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh
lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan, mendapat perhatian yang sama
dalam pembangunan.
“Pemerintah tidak ingin ada warga yang merasa sendirian
dalam menghadapi kesulitan hidup. Lewat Kartu KSB Maju, kami hadir di tengah
masyarakat dengan solusi yang langsung menyentuh kebutuhan dasar mereka,”
tegasnya.
Selain manfaat ekonomi, kehadiran Kartu KSB Maju bidang
sosial juga memberi manfaat psikologis. Warga merasa lebih diperhatikan,
dihargai, dan dilindungi. Hal ini mampu memperkuat ikatan sosial antara
pemerintah dengan masyarakat.
Dari perspektif sosial, program ini juga mendorong
masyarakat untuk semakin peduli terhadap sesama. Misalnya, dalam proses
pengajuan bantuan, banyak pihak yang terlibat mulai dari desa, pendamping
sosial, hingga agen gotong royong. Hal ini menunjukkan bahwa program ini tidak
hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat
luas.
Program Kartu KSB Maju bidang sosial juga mendukung agenda pembangunan nasional, terutama dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, pengurangan ketidaksetaraan, serta perlindungan bagi kelompok rentan.
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, Kartu KSB Maju
bidang sosial mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak keluarga
penerima manfaat merasa sangat terbantu karena dapat mengurangi beban ekonomi
sehari-hari.
Lebih jauh, kehadiran program ini menjadi bukti bahwa
pemerintah daerah mampu menerjemahkan kebijakan nasional hingga ke tingkat
lokal dengan lebih presisi. Hal ini sejalan dengan visi menjadikan Sumbawa
Barat sebagai kabupaten yang unggul dalam inovasi pelayanan publik.
Ke depan, Dinas Sosial bersama perangkat daerah lainnya akan
terus memperkuat koordinasi agar penyaluran bantuan lebih efektif. Transparansi
juga akan dijaga dengan penyaluran langsung melalui rekening Kartu KSB Maju,
sehingga terhindar dari praktik penyalahgunaan.
“Kartu KSB Maju bidang sosial bukan sekadar kartu bantuan,
tetapi juga simbol kepedulian, kebersamaan, dan komitmen pemerintah untuk menghadirkan
keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Sumbawa Barat.” Pungkasnya. (An).