Sumbawa Barat – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketertiban pelajar di wilayah setempat. Pada Senin (25/8/2025) pagi, Regu Patroli Operasi Pengendalian (OPSDAL) Satpol PP melaksanakan penertiban terhadap sejumlah pelajar yang kedapatan bolos sekolah di jam pelajaran.
Kepala Satpol PP KSB, H. Syarifuddin, S.Pd., mengungkapkan bahwa penertiban ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus pembinaan agar para pelajar tidak lagi mengulangi perbuatan yang bisa merugikan masa depan mereka sendiri.
“Kami tidak ingin anak-anak kita salah arah. Bolos sekolah adalah awal dari berbagai masalah yang bisa berdampak buruk ke depan,” tegasnya saat di wawancarai media, Senin (25/8/2025) siang.
Dalam kegiatan tersebut, Satpol PP tidak hanya menertibkan, tetapi juga melakukan koordinasi langsung dengan pihak sekolah. Setiap anak yang terjaring razia kemudian diantar kembali ke pihak sekolah, sebelum bersama-sama dibawa ke rumah orang tua masing-masing. Hal ini bertujuan agar ada sinergi antara guru, keluarga, dan pemerintah dalam memberikan perhatian lebih terhadap anak-anak yang melanggar.
“Anak-anak yang terjaring tidak hanya kami serahkan kembali, tetapi juga kami minta sekolah dan orang tua untuk melakukan pembinaan khusus. Ini supaya mereka benar-benar sadar bahwa bolos sekolah bukan pilihan,” ujar H. Syarifuddin.
Ia menekankan, masa depan generasi muda sangat bergantung pada pendidikan. Jika kebiasaan bolos dibiarkan, dikhawatirkan akan membawa mereka ke dalam pergaulan yang salah, bahkan bisa terjerumus pada tindakan kenakalan remaja yang lebih berbahaya. “Bolos sekolah hari ini bisa jadi awal mereka mengenal narkoba, minuman keras, atau pergaulan bebas. Inilah yang kami cegah sejak dini,” tambahnya dengan tegas.
Selain melakukan penertiban, jajaran Satpol PP juga berupaya memberi efek jera. H. Syarifuddin menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli rutin setiap pagi di titik-titik rawan anak-anak nongkrong saat jam sekolah. Langkah ini diharapkan mampu membuat pelajar berpikir ulang sebelum mencoba membolos lagi.
“Pesan kami jelas, jangan coba-coba bolos. Kalau ketahuan, pasti akan kami tindak, kami antar ke sekolah, bahkan ke rumah orang tua agar semua tahu dan ikut bertanggung jawab,” katanya.
Lebih lanjut, H. Syarifuddin mengingatkan bahwa pengawasan terhadap anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Menurutnya, lingkungan sekitar harus ikut peduli jika melihat anak-anak berkeliaran di jam sekolah. “Mari kita pantau anak-anak kita, karena masa depan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Satpol PP KSB juga mengajak seluruh pelajar untuk menyadari bahwa sekolah adalah tempat terbaik membangun masa depan. Setiap menit yang terbuang karena bolos adalah kerugian besar yang tidak bisa digantikan. “Anak-anak harus takut bolos, karena dengan bolos berarti mereka sedang merusak masa depan mereka sendiri,” tegas H. Syarifuddin.
Dengan langkah ini, H. Syarifuddin berharap kepada para pelajar agar lebih disiplin dalam menuntut ilmu dan tidak lagi mencoba melanggar aturan. "Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga diyakini mampu menciptakan generasi muda KSB yang lebih tertib, berprestasi, dan memiliki masa depan yang cerah." pungkasnya. (An).