Lombok Tengah – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat
(DPP) Sasaka Nusantara NTB, H. Lalu Ibnu Hajar, mendorong agar rencana
pemekaran Kabupaten Lombok Tengah segera direalisasikan dengan menjadikan Praya
sebagai Kota Madya Praya. Menurutnya, pemekaran wilayah tersebut merupakan
langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus
mempercepat laju pembangunan di daerah.
H. Lalu Ibnu Hajar menyampaikan bahwa Praya
sebagai ibu kota Kabupaten Lombok Tengah memiliki posisi yang sangat strategis
untuk dikembangkan menjadi kota mandiri. Dengan status Kota Madya, Praya
diyakini mampu mengelola potensi daerah secara lebih optimal dan profesional.
“Praya sendiri merupakan pusat pemerintahan dan
aktivitas ekonomi Kabupaten Lombok Tengah di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Berdasarkan data tahun 2023, wilayah ini memiliki jumlah penduduk sekitar
131.929 jiwa, yang menunjukkan potensi besar baik dari sisi sumber daya manusia
maupun aktivitas sosial ekonomi.” Katanya saat diwawancarai media, Kamis
(22/01/2026).
Selain jumlah penduduk yang cukup besar, Praya
juga memiliki potensi unggulan di berbagai sektor, seperti pertanian,
perdagangan, dan pariwisata. Potensi tersebut dinilai belum tergarap secara
maksimal akibat keterbatasan kewenangan dan fokus pembangunan yang masih
terpusat pada kabupaten induk.
“Dengan pemekaran wilayah, Sasaka Nusantara
NTB berharap Praya dapat tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial
yang lebih maju. Pemekaran ini juga diyakini mampu meningkatkan kualitas
pelayanan publik, mempercepat pengambilan kebijakan, serta membuka peluang
investasi yang lebih luas,” ungkapnya.
H. Lalu Ibnu Hajar menegaskan bahwa Sasaka
Nusantara merupakan organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada kolaborasi
pembangunan ekonomi, sosial, dan infrastruktur di Nusa Tenggara Barat. Oleh
karena itu, pihaknya merasa berkewajiban untuk mendorong kebijakan strategis
yang berpihak pada kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pernyataannya, H. Lalu Ibnu Hajar juga
menyoroti kebijakan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah saat ini, khususnya
dalam pengembangan sektor pariwisata. Ia menilai Bupati Lombok Tengah, H. Lalu
Pathul Bahri, masih setengah hati dalam mengembangkan potensi pariwisata yang
dimiliki daerah tersebut.
“Jika Lombok Tengah ingin maju dan sejahtera,
maka prioritas pembangunan harus diarahkan pada pengembangan pariwisata di
wilayah selatan Lombok. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi wisata alam
dan budaya yang sangat besar, namun belum dikelola secara optimal.” Jelasnya.
Selain potensi wisata, H. Lalu Ibnu Hajar juga
menekankan pentingnya pelestarian warisan budaya masyarakat Sasak. Ia menilai
bahwa pengembangan pariwisata harus berjalan selaras dengan upaya pelestarian
budaya lokal agar tidak menghilangkan jati diri masyarakat setempat.
“Pengembangan pariwisata harus sejalan dengan
pelestarian budaya Sasak. Jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan, hal ini
akan mendorong kemajuan daerah sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi
masyarakat Lombok Tengah,” tegasnya. (S).