Taliwang, Sumbawa Barat – Menanggapi rentetan bencana alam yang melanda wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam beberapa waktu terakhir, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PEDAS NTB menginisiasi langkah kolaboratif strategis dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat penanganan darurat serta memperkuat mitigasi bencana jangka panjang di daerah tersebut.
Ketua LSM PEDAS NTB, Dahlan, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting mengingat skala dampak bencana yang dirasakan masyarakat cukup luas dan membutuhkan penanganan yang terkoordinasi. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar respons bencana dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kolaborasi dengan pihak BPBD sangat krusial, mengingat kondisi bencana yang terjadi saat ini tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi lintas sektoral untuk memastikan penanganan berjalan optimal,” ujar Dahlan saat ditemui di Taliwang, Kamis (22/01/2026).
Dahlan menjelaskan bahwa melalui kolaborasi ini, LSM PEDAS NTB berperan membantu dari sisi dukungan personel dan pendampingan masyarakat terdampak. Fokus utama kerja sama ini diarahkan pada tiga poin strategis, yakni pemetaan daerah rawan bencana, penyaluran bantuan logistik yang tepat sasaran, serta edukasi kesiapsiagaan berbasis masyarakat.
Menurutnya, pemetaan daerah rawan bencana menjadi langkah awal yang sangat penting untuk meminimalisir risiko bencana di masa mendatang. Dengan data dan informasi yang akurat, penanganan dan mitigasi dapat dilakukan secara lebih terarah dan terencana.
Selain itu, penyaluran bantuan logistik juga menjadi perhatian utama dalam kolaborasi ini. Dahlan menegaskan bahwa bantuan harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama warga yang berada di wilayah terdampak paling parah.
“Di lapangan, kami melihat masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. LSM PEDAS hadir untuk menjembatani aspirasi masyarakat agar bantuan dari BNPB dapat diterima secara cepat dan tepat,” ungkapnya.
Tidak kalah penting, edukasi kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat juga menjadi bagian dari kerja sama ini. Dahlan menilai bahwa peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait kebencanaan akan sangat membantu dalam mengurangi risiko dan dampak bencana di kemudian hari.
Ia menambahkan, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan keterlibatan aktif pemerintah, lembaga terkait, serta masyarakat agar penanggulangan bencana berjalan maksimal.
LSM PEDAS NTB, lanjut Dahlan, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan BNPB dan instansi terkait lainnya dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Sumbawa Barat. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif dan nyata bagi masyarakat terdampak.
“Harapan kami, melalui kolaborasi ini
masyarakat Sumbawa Barat bisa mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan
berkelanjutan, serta lebih siap menghadapi potensi bencana di masa depan,”
pungkas Dahlan. (Hen).
.png)
