Ketua DPRD KSB Dorong Evaluasi Program Kartu KSB Maju untuk Percepat Pemerataan Layanan

Taliwang, Sumbawa Barat — Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kaharuddin Umar, meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Kartu KSB Maju. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya percepatan akselerasi data guna pemerataan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Kaharuddin, evaluasi diperlukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat serapan program serta ketepatan sasaran penerima manfaat. Dengan data yang akurat, program unggulan daerah tersebut diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

“Evaluasi atas pelaksanaan Program Kartu KSB Maju sangat penting untuk mengetahui tingkat serapan dan sasaran. Salah satu yang penting adalah akselerasi data penerima, sehingga tahun ini bisa dijadikan pijakan dalam percepatan realisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program Kartu KSB Maju dijalankan berbasis data Kartu Keluarga (KK), sehingga bersifat dinamis dan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

“Karena berbasis KK, tentu akan ada perubahan setiap saat. Maka evaluasi terhadap program ini bisa dilakukan secara berkala, bahkan setiap waktu,” tambahnya.

Kaharuddin yang juga politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengungkapkan bahwa dorongan evaluasi ini juga didasari oleh banyaknya laporan dari masyarakat yang belum terakomodir dalam program tersebut.

Menurutnya, salah satu kelompok yang sering mengalami kendala adalah rumah tangga baru yang belum memiliki dokumen kependudukan lengkap, khususnya Kartu Keluarga.

“Banyak keluarga baru yang belum memiliki KK, sehingga kesulitan mengakses program pemerintah tersebut,” jelasnya.

Untuk itu, ia mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar segera mengambil langkah konkret dalam mempercepat pembaruan data penerima.

Ia menekankan pentingnya peran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam mempercepat proses administrasi kependudukan, khususnya penerbitan KK bagi keluarga baru.

Selain itu, OPD pelaksana program juga diminta untuk menyusun formulasi yang tepat agar penerbitan Kartu KSB Maju bagi setiap KK baru dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

“Harus ada formulasi yang memudahkan dan mempercepat penerbitan kartu bagi keluarga baru agar tidak tertinggal dari program ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kaharuddin juga menyoroti peran Agen Gotong Royong (AGR) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program di tingkat lapangan.

Ia menilai, peran AGR perlu diperkuat agar lebih responsif dalam membantu masyarakat mengakses layanan program Kartu KSB Maju.

Menurutnya, masih terdapat beberapa kendala di lapangan, salah satunya terkait keterlambatan informasi yang diterima AGR dalam merespons kebutuhan masyarakat.

Kaharuddin mencontohkan pada layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) ambulans, di mana AGR dinilai masih terkesan lambat dalam mengetahui informasi yang dibutuhkan warga.

“Hal seperti ini tentu menimbulkan kesan kurang baik di masyarakat. Maka perlu ada evaluasi dan penguatan fungsi AGR,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya evaluasi menyeluruh, pelaksanaan Program Kartu KSB Maju dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Saya mendorong evaluasi dan penguatan di semua lini, agar program ini bisa memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat,” tandasnya. (Hen).