Taliwang, Sumbawa Barat – SMK Negeri 1 Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, menggelar rapat bersama orang tua/wali murid kelas XII dalam rangka persiapan kegiatan pelepasan siswa tahun pelajaran 2025/2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula rapat SMKN 1 Taliwang pada Kamis (16/04/2026) pagi.
Rapat ini dihadiri oleh pihak sekolah, komite, serta ratusan orang tua siswa kelas XII yang akan segera menyelesaikan masa pendidikannya. Suasana rapat berlangsung penuh keakraban dan antusiasme dari para peserta.
Kepala SMKN 1 Taliwang, Muhammad Nasir, S.Pd.,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan perpisahan merupakan momen penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan siswa.
Menurutnya, acara pelepasan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol kebahagiaan bagi siswa, orang tua, maupun para guru yang telah mendampingi selama tiga tahun.
“Acara perpisahan ini merupakan hari kebahagiaan bagi kita semua, baik siswa, orang tua, maupun guru di SMKN 1 Taliwang,” ujarnya.
Ia berharap para orang tua dapat menyepakati rencana kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan siswa selama menempuh pendidikan di sekolah.
“Selama tiga tahun anak-anak kita bersekolah, tentu momen kelulusan ini layak dirayakan sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meninggalkan kesan yang baik serta menjadi contoh positif bagi adik kelas di masa mendatang.
“Ini bukan untuk dipuji, tetapi untuk mewariskan nilai kebersamaan dari generasi ke generasi,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pengumuman kelulusan siswa dijadwalkan pada 1 Mei 2026, sementara acara perpisahan direncanakan akan dilaksanakan pada 12 Mei 2026.
Pihak sekolah optimis seluruh siswa kelas XII dapat lulus tanpa terkecuali, sehingga momen perpisahan dapat dirasakan oleh semua siswa.
Meski demikian, Kepala Sekolah menekankan bahwa hal terpenting dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut adalah doa dan dukungan dari orang tua.
“Yang paling utama adalah doa dari orang tua, agar anak-anak kita dapat meraih kesuksesan di masa depan,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Komite SMKN 1 Taliwang, Mustakim Fatawari, memaparkan rencana kebutuhan biaya kegiatan kepada para orang tua.
Ia menjelaskan terdapat tiga alternatif pelaksanaan acara perpisahan yang dapat dipilih oleh wali murid, masing-masing dengan konsep dan kebutuhan anggaran yang berbeda.
Alternatif pertama adalah pelaksanaan sederhana di masing-masing kelas, di mana orang tua datang ke kelas untuk mengambil ijazah anaknya tanpa acara besar.
Alternatif kedua adalah pelaksanaan di lingkungan sekolah, tepatnya di lapangan upacara, dengan estimasi biaya sebesar Rp165.000 per siswa.
Sementara alternatif ketiga adalah pelaksanaan di gedung dengan biaya sebesar Rp150.000 per siswa, yang mencakup kebutuhan seperti map ijazah, kalung medali, konsumsi, dekorasi, serta sound system.
Selain itu, pihak sekolah juga akan memfasilitasi berbagai kebutuhan tambahan seperti spanduk kegiatan, backdrop acara, dokumentasi, konsumsi tamu, pendingin ruangan, undangan, hingga hadiah bagi siswa berprestasi.
"Saya harap para orang tua dapat menjadikan momentum ini sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan selama 3 tahun di sekolah ini," pungkasnya.
Berdasarkan pantauan media di lokasi, para orang tua akhirnya sepakat memilih alternatif ketiga, yakni pelaksanaan acara perpisahan di gedung dengan biaya iuran sebesar Rp150.000 per siswa.
Selain itu, kesepakatan juga dicapai terkait seragam yang akan digunakan pada acara tersebut, yakni siswa laki-laki mengenakan jas hitam, sedangkan siswi menggunakan kebaya.
Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan pelepasan siswa SMKN 1 Taliwang dapat berjalan lancar dan menjadi momen berkesan bagi seluruh pihak yang terlibat. (Hen).


