‎Polsek Poto Tano Amankan Upacara Melasti Umat Hindu di Pantai Paloma ‎

Poto Tano, Sumbawa Barat — Personel Polsek Poto Tano melaksanakan pengamanan kegiatan Upacara Melasti dalam rangkaian acara Ngenteg Linggih Lan Merasi Gana Banjar Yadnya Sari yang dilaksanakan oleh umat Hindu Dharma Banjar Yadnya Sari, Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (25/8/2026).

‎Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Paloma, Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano, dan diikuti oleh umat Hindu Dharma Banjar Yadnya Sari Desa Kokarlian. Upacara dimulai sekitar pukul 08.20 Wita dan menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan keagamaan umat Hindu.

‎Kapolsek Poto Tano, IPDA Abdul Gafir, mengatakan pihaknya menerjunkan personel untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan tersebut berjalan aman, tertib dan lancar.

‎“Kami dari Polsek Poto Tano melaksanakan pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Upacara Melasti berjalan aman dan lancar. Pengamanan dilakukan dengan tetap menghormati dan memberikan ruang kepada umat Hindu untuk menjalankan ibadahnya dengan khidmat,” ujar IPDA Abdul Gafir.

‎Sebelum pelaksanaan upacara, umat Hindu Banjar Yadnya Sari Desa Kokarlian tiba di Pantai Paloma sekitar pukul 07.30 Wita. Setibanya di lokasi, para peserta kemudian melakukan persiapan berbagai sarana yang digunakan dalam prosesi keagamaan tersebut.

‎Rangkaian kegiatan diawali dengan Ngebejian, yakni persiapan pratima atau simbol-simbol suci, arca serta berbagai sarana upacara yang akan digunakan dalam prosesi Melasti. Setelah persiapan selesai, umat kemudian melaksanakan arak-arakan atau Mapepada menuju pantai dengan mengenakan pakaian adat berwarna putih.

‎Dalam prosesi tersebut, umat membawa berbagai simbol suci dengan iringan gamelan menuju sumber air. Sesampainya di pantai, rangkaian kemudian dilanjutkan dengan ritual penyucian atau Melasti/Mekiyis.

‎Pada prosesi tersebut, sesajen ditempatkan di lokasi upacara dan Pemangku memimpin doa atau Mekobok untuk memohon Tirta Amertha, yang dalam pelaksanaan ritual digunakan sebagai air suci untuk penyucian pratima sekaligus penyucian lahir dan batin umat.

‎Selanjutnya, umat Hindu melaksanakan persembahyangan bersama di tepi pantai yang dipimpin oleh Pandita atau Pemangku. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemberkahan, di mana Pemangku memercikkan air suci atau tirta kepada umat dan benda-benda sakral sebagai bagian dari prosesi penyucian.

‎Setelah seluruh prosesi di pantai selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Penyineban, yakni pengembalian pratima dan benda-benda suci menuju pura Banjar. Seluruh rangkaian berlangsung dalam suasana khidmat dan tertib.

‎IPDA Abdul Gafir menambahkan, pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya dalam memastikan kegiatan keagamaan dapat berlangsung dengan aman tanpa adanya gangguan keamanan maupun ketertiban.

‎“Kami mengedepankan pendekatan yang humanis dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat. Apalagi ini merupakan kegiatan keagamaan, sehingga kami memastikan umat dapat melaksanakan seluruh prosesi dengan nyaman dan khusyuk,” jelasnya.

‎Kapolsek juga mengapresiasi seluruh pihak yang turut menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, situasi yang aman dan kondusif tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat.

‎Seluruh rangkaian Upacara Melasti dalam rangka acara Ngenteg Linggih Lan Merasi Gana Banjar Yadnya Sari tersebut berakhir sekitar pukul 11.00 Wita. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan lancar dengan pengamanan personel Polsek Poto Tano yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Poto Tano IPDA Abdul Gafir. (Hen).