Bukan Sekadar Pameran, KSB Bidik Investor Lewat Rempah, Rumput Laut hingga Smelter di APKASI Expo 2026

Taliwang, Sumbawa Barat – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak ingin menjadikan APKASI Otonomi Expo 2026 sekadar ajang memamerkan produk daerah. Di balik keikutsertaannya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat tengah membidik peluang kerja sama bisnis dan investasi dengan menawarkan beragam potensi daerah, mulai dari komoditas pertanian dan perikanan, pariwisata, hingga kawasan industri dan smelter.

‎Strategi tersebut menjadi salah satu fokus KSB dalam menghadapi pelaksanaan APKASI Otonomi Expo 2026 yang akan berlangsung pada 27–29 Agustus mendatang. Pemerintah daerah menilai momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan KSB secara lebih luas kepada dunia usaha, pengusaha, maupun calon investor.

‎Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KSB, Mujiburrahman, S.T., M.M.Inov., mengatakan keikutsertaan KSB dalam kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk menampilkan produk UMKM, tetapi juga menjual potensi dan peluang investasi yang dimiliki daerah.

‎“APKASI Otonomi Expo ini ada beberapa event dan kegiatan yang bisa diikuti daerah. Kita yang ikut salah satunya stan pameran,” ujar Mujiburrahman kepada media, Rabu (19/08/2026).

‎Menurutnya, salah satu agenda yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah business and partnership matching. Forum tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena dapat mempertemukan pemerintah daerah dengan pihak-pihak yang memiliki ketertarikan untuk menjalin kerja sama bisnis maupun investasi.

‎Dalam forum tersebut, KSB akan membawa sejumlah komoditas unggulan yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan. Sektor pertanian, misalnya, akan memperkenalkan potensi rempah dengan melibatkan perangkat daerah terkait.

‎Sementara dari sektor kelautan dan perikanan, potensi rumput laut akan menjadi salah satu komoditas yang diperkenalkan. Pemerintah berharap komoditas tersebut tidak hanya dilihat sebagai bahan mentah, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan melalui hilirisasi dan kerja sama investasi.

‎“Kalau dari sisi tema memang yang terkait dengan beberapa komoditas potensi wilayah,” jelas Mujiburrahman.

‎Tidak berhenti pada sektor komoditas, KSB juga akan menawarkan kekuatan lain yang dinilai memiliki daya tarik bagi investor, yakni sektor pariwisata. Potensi wisata alam dan sport tourism akan menjadi bagian dari materi promosi daerah.

‎Berbagai potensi tersebut mencakup kawasan pantai, pegunungan, pulau-pulau kecil, karapan kebo, surfing hingga paralayang. Keragaman tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan sektor pariwisata sekaligus membuka peluang investasi baru.

‎Namun, salah satu daya tarik utama yang ingin ditonjolkan KSB adalah perkembangan kawasan industri dan smelter. Kehadiran smelter yang kini mulai berproduksi dinilai menjadi bukti bahwa Sumbawa Barat memiliki prospek sebagai salah satu kawasan ekonomi dan industri penting di NTB.

‎“Yang ingin kita tampilkan kaitan dengan industri itu, potensi kawasan industri. Yang sekarang smelter sudah mulai berproduksi,” kata Mujiburrahman.

‎Dari sisi stan pameran, KSB juga akan menampilkan sejumlah produk yang merepresentasikan kekayaan daerah. Produk olahan UMKM, kain tenun khas Sumbawa Barat, sajian kopi yang diracik barista, hingga video profil daerah dan potensi investasi akan menjadi bagian dari materi yang ditampilkan.

‎Kain tenun khas Sumbawa Barat bahkan akan diperkenalkan melalui agenda fashion show. Langkah tersebut diharapkan mampu menggabungkan promosi ekonomi kreatif dan budaya lokal dengan agenda promosi daerah.

‎Mujiburrahman menegaskan, seluruh materi yang dibawa KSB memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar menarik perhatian pengunjung pameran. Pemerintah ingin menggunakan momentum tersebut untuk menjelaskan secara langsung berbagai peluang yang dapat dikembangkan bersama calon investor.

‎“Kami berharap lewat APKASI Expo ini kita akan menceritakan, menjelaskan potensi-potensi dan peluang investasi yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat, sehingga menarik minat untuk berinvestasi di Sumbawa Barat,” pungkasnya. (Hen).