SUMBAWA BARAT – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan akses kendaraan masyarakat tetap terbuka selama pelaksanaan Car Free Night di kawasan Alun-Alun Taliwang.
Kepastian tersebut disampaikan Dishub KSB menyusul
rencana penataan arus lalu lintas untuk mendukung pelaksanaan kegiatan yang
akan diramaikan dengan pameran UMKM, panggung hiburan, permainan anak, serta
berbagai aktivitas masyarakat.
Sekretaris Dishub KSB, Syaiful, mengatakan rekayasa lalu
lintas akan dilakukan dengan menutup satu jalur pada ruas jalan di depan Kantor
Wakil Bupati hingga bundaran. Sementara jalur di bagian belakang Alun-Alun
Taliwang tetap dibuka bagi kendaraan yang hendak melintas menuju kawasan
Kemutar Telu Center (KTC).
“Jalan itu rencana kita tutup hanya satu jalur, depan
Wakil sampai bundaran. Jadi satu jalur itu saja yang ditutup, jalur belakang
tetap bisa dilalui kendaraan yang mau lewat,” ujar Syaiful.
Menurutnya, skema tersebut dipilih agar kegiatan Car Free
Night dapat berlangsung tanpa mengganggu mobilitas masyarakat secara
keseluruhan. Dengan hanya satu jalur yang ditutup, kendaraan masih memiliki
akses untuk melintas melalui ruas jalan lainnya.
Rekayasa tersebut sekaligus menjadi upaya Dishub KSB
menciptakan ruang yang lebih aman bagi masyarakat yang datang menikmati
kegiatan. Aktivitas di kawasan alun-alun diperkirakan meningkat, terutama
ketika panggung musik, permainan anak, dan aktivitas UMKM mulai berlangsung.
Syaiful mengatakan pengaturan lalu lintas menjadi penting
karena kawasan tersebut akan dipadati pengunjung dan pelaku UMKM. Jika tidak
ditata sejak awal, aktivitas kendaraan dan pengunjung berpotensi saling
mengganggu.
Karena itu, Dishub KSB akan menempatkan personel pada
sejumlah titik yang dinilai berpotensi mengalami kepadatan. Petugas akan
melakukan pengaturan arus sekaligus mengantisipasi terjadinya penumpukan
kendaraan selama kegiatan berlangsung.
“Kami akan siagakan personel di titik-titik yang
berpotensi padat, supaya arus tetap lancar dan pengunjung yang datang ke acara
juga merasa aman,” tuturnya.
Selain mengatur arus kendaraan, Dishub KSB juga
memberikan perhatian terhadap penataan pedagang yang akan beraktivitas di
kawasan Car Free Night. Pedagang UMKM diimbau menempati lokasi atau blok yang
telah ditentukan sehingga tidak menggunakan ruang yang diperuntukkan bagi
pergerakan kendaraan maupun pengunjung.
Syaiful menjelaskan, kewenangan Dishub dalam kegiatan
tersebut difokuskan pada aspek lalu lintas. Sementara penataan pedagang dan
pengaturan lokasi UMKM menjadi kewenangan organisasi perangkat daerah (OPD)
yang membidangi sektor tersebut.
“Kalau kami itu hanya mengatur lalu lintasnya. Untuk
UMKM-nya, itu perintahnya diatur OPD yang membidangi. Silakan mereka yang
mengatur pedagang datang dan menempati blok masing-masing,” jelasnya.
Dishub KSB mengimbau para pedagang untuk tidak mengambil
lokasi secara sembarangan. Penempatan lapak sesuai blok yang telah ditentukan
dinilai penting untuk menjaga keteraturan sekaligus memastikan jalur yang
digunakan sebagai akses masyarakat dan petugas tetap aman.
Masyarakat yang datang ke Car Free Night juga diharapkan
mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengunjung diminta tidak memarkir
kendaraan di lokasi yang dapat menghambat arus lalu lintas atau mengganggu
jalur yang telah disiapkan.
Bagi Dishub KSB, rekayasa lalu lintas bukan dimaksudkan
untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan memastikan kegiatan dapat
berlangsung dengan aman dan tertib tanpa menghilangkan akses bagi warga
lainnya.
Syaiful berharap pelaksanaan Car Free Night dapat menjadi
ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan sekaligus mendukung aktivitas
ekonomi lokal. Kehadiran UMKM di kawasan tersebut diharapkan memberikan dampak
positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya
menghidupkan kawasan Alun-Alun Taliwang sebagai ruang publik. Pameran hasil
pertanian dan perikanan serta kegiatan UMKM direncanakan dapat digelar secara
rutin setiap bulan.
Dengan rekayasa lalu lintas yang terukur dan keterlibatan
personel di lapangan, Dishub KSB berharap Car Free Night berlangsung aman,
nyaman, dan tertib. Di sisi lain, masyarakat tetap dapat beraktivitas dan
menggunakan jalur alternatif tanpa mengalami gangguan berarti.
Dishub KSB menegaskan, keberhasilan kegiatan tidak hanya
diukur dari meriahnya acara, tetapi juga dari sejauh mana keamanan, kenyamanan
pengunjung, kelancaran lalu lintas, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat
berjalan secara bersamaan.
