Taliwang, Sumbawa Barat -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengidentifikasi sekitar 900 titik potensial retribusi parkir yang tersebar di berbagai kawasan strategis. Besarnya jumlah titik tersebut menunjukkan peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran masih sangat terbuka. Namun, hingga kini potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal akibat keterbatasan personel lapangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat, Muhammad Suharno, S.Sos., M.M.Inov., mengatakan bahwa hasil pemetaan yang dilakukan Dishub menemukan ratusan lokasi yang layak menjadi objek penarikan retribusi parkir. Sayangnya, dari total potensi tersebut, baru sebagian kecil yang dapat dikelola secara optimal.
"Potensialnya ada 900 titik, tetapi kita hanya mampu menangani beberapa titik," ujar Muhammad Suharno saat menjelaskan kondisi pengelolaan retribusi parkir kepada media, Rabu (5/8/2026).
Menurut Suharno, kendala terbesar yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Jumlah petugas lapangan yang tersedia belum sebanding dengan luas wilayah dan banyaknya titik parkir yang harus diawasi setiap hari.
"Tenaganya tidak ada," ungkapnya singkat, menegaskan bahwa minimnya personel menjadi faktor utama belum optimalnya pengelolaan seluruh potensi retribusi parkir di daerah tersebut.
Meski demikian, Suharno mengungkapkan bahwa capaian penerimaan retribusi parkir pada tahun ini menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui APBD murni menetapkan target penerimaan retribusi parkir sebesar Rp50 juta, dan hingga memasuki paruh kedua tahun anggaran realisasinya telah mendekati 50 persen.
Ia menjelaskan, target tersebut bukan ditentukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan perhitungan bersama antara Dinas Perhubungan dan instansi pengelola pendapatan daerah. Penetapan target disesuaikan dengan potensi riil yang dapat dicapai berdasarkan kondisi lapangan.
"Itu ada penetapan di APBD, penerimaan dari aspek retribusi sekian," jelas Suharno.
Dari seluruh lokasi yang telah dipetakan, kawasan pasar tradisional dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi penyumbang potensi retribusi parkir terbesar. Tingginya aktivitas masyarakat di dua fasilitas publik tersebut menyebabkan arus keluar masuk kendaraan berlangsung setiap hari sehingga memiliki nilai ekonomi yang cukup besar bagi peningkatan PAD.
"Melihat tren penerimaan yang terus meningkat, Kami optimistis target retribusi parkir dapat ditingkatkan pada tahun anggaran berikutnya. Optimisme ini didasarkan pada realisasi penerimaan yang terus bergerak positif meskipun pengelolaan baru dilakukan di sebagian kecil titik parkir yang tersedia," ungkapnya.
Suharno menilai, apabila jumlah petugas lapangan dapat ditambah dan sistem pengelolaan parkir semakin diperkuat, maka potensi penerimaan daerah dari sektor ini akan meningkat secara signifikan. Dengan pengawasan yang lebih luas, ratusan titik parkir yang selama ini belum tergarap dapat mulai memberikan kontribusi terhadap kas daerah.
"Selain peningkatan SDM, kami juga terus melakukan evaluasi terhadap tata kelola perparkiran agar lebih efektif, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pembenahan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga menciptakan sistem parkir yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi pengguna jasa," ujarnya.
Menurut Suharno, penguatan sektor retribusi parkir merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menggali sumber-sumber PAD yang masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Dengan sinergi antara peningkatan pengawasan, penataan lokasi parkir, dan dukungan kebijakan pemerintah daerah, sektor perparkiran diharapkan menjadi salah satu kontributor penting bagi pembiayaan pembangunan di Kabupaten Sumbawa Barat.
Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan seluruh potensi yang ada melalui pembenahan manajemen, peningkatan kualitas pelayanan, serta pengembangan strategi pengelolaan retribusi yang lebih efektif. dengan harapan mampu mendorong peningkatan PAD secara berkelanjutan sekaligus memberikan pelayanan publik yang semakin baik kepada masyarakat." pungkasnya. (Hen).
