DLH KSB Sigap Dalam Penanganan Sampah Selama Pelaksanaan Pawai Budaya ‎

Taliwang, Sumbawa Barat — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bergerak sigap menangani sampah selama rangkaian pawai budaya dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan di tengah antusiasme peserta dan masyarakat yang memadati jalur pawai.

‎Kegiatan pawai budaya berlangsung selama dua hari dengan melibatkan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Pada Senin, pawai budaya diikuti anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK), sedangkan pada Selasa giliran anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang turut memeriahkan rangkaian perayaan Harlah KSB.

‎Kehadiran anak-anak dalam pawai budaya tersebut menambah semarak perayaan sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda. Namun, kegiatan yang melibatkan banyak peserta dan penonton juga membutuhkan perhatian terhadap kebersihan, terutama terkait sampah makanan dan minuman yang berpotensi berserakan di sepanjang rute.

Kepala DLH KSB, Aku Nur Rahmadin, S.Pd., M.M.Inov., mengatakan bahwa kebersihan menjadi salah satu aspek penting yang perlu dijaga selama pelaksanaan kegiatan besar seperti pawai budaya. Menurutnya, kemeriahan perayaan harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

‎“Dinas Lingkungan Hidup berupaya memastikan kebersihan tetap terjaga selama rangkaian pawai budaya Harlah ke-23 KSB. Pawai anak-anak TK pada hari Senin dan anak-anak SD pada hari Selasa berlangsung di tengah antusiasme peserta dan masyarakat. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan di sepanjang jalur pawai,” ujar Aku Nur Rahmadin kepada media, Selasa (20/10/2026).

‎Ia menjelaskan, DLH KSB memusatkan perhatian pada dua lokasi utama, yakni kawasan Kemutar Telu Center (KTC) sebagai titik awal kegiatan dan Alun-alun Kota Taliwang sebagai titik akhir pawai budaya.

‎Kedua lokasi tersebut menjadi pusat aktivitas peserta, panitia, pendamping, dan masyarakat yang datang untuk menyaksikan kemeriahan acara. Oleh sebab itu, pengendalian sampah menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

‎Untuk mendukung upaya tersebut, DLH KSB menempatkan tempat sampah di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi penumpukan sampah. Fasilitas ini diharapkan memudahkan masyarakat membuang sampah pada tempatnya sehingga tidak mencemari jalan maupun area publik.

‎Aku Nur Rahmadin menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan kewajiban seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan.

‎“Kami tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar sampah yang dihasilkan selama kegiatan tidak dibiarkan berserakan. Peserta, panitia, pendamping, dan penonton memiliki peran yang sama dalam menjaga lingkungan tetap bersih,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sampah yang terlihat kecil, seperti bungkus makanan, gelas plastik, dan botol minuman, dapat menumpuk apabila dibuang sembarangan oleh banyak orang. Karena itu, kebiasaan sederhana dalam mengelola sampah perlu diterapkan sejak awal.

‎Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, DLH KSB mengajak seluruh peserta dan penonton pawai budaya menerapkan tiga langkah sederhana, yaitu “Kantongi Dulu”, “Bawa Tumbler”, dan “Buang pada Tempatnya”.

‎Langkah pertama, “Kantongi Dulu”, berarti masyarakat diminta menyimpan sementara bungkus makanan atau sampah kecil di dalam kantong pribadi apabila belum menemukan tempat sampah. Dengan cara ini, sampah tidak mudah tercecer atau terbawa angin di sepanjang jalur pawai.

‎Langkah kedua, “Bawa Tumbler”, mengajak masyarakat menggunakan botol minum yang dapat dipakai berulang kali. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai sekaligus menekan timbulan sampah selama kegiatan yang melibatkan banyak orang.

‎Sementara itu, langkah ketiga, “Buang pada Tempatnya”, mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tempat sampah yang telah disediakan. Masyarakat diimbau tidak membuang sampah di jalan, halaman, maupun area publik yang digunakan untuk kegiatan perayaan.

‎“Kami mengajak masyarakat membiasakan tiga langkah tersebut. Kalau belum menemukan tempat sampah, kantongi dulu sampahnya. Jika memungkinkan, bawa tumbler untuk mengurangi sampah plastik, dan apabila tersedia tempat sampah, buanglah pada tempatnya. Langkah ini sederhana, tetapi akan memberikan dampak positif jika dilakukan bersama-sama,” ungkap Aku Nur Rahmadin.

‎Menurutnya, pawai budaya yang diikuti anak-anak TK dan SD juga dapat menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda. Selain mengenalkan budaya daerah, kegiatan tersebut dapat menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

‎Ia berharap para orang tua, guru, dan pendamping turut memberikan contoh kepada anak-anak dengan tidak membuang sampah sembarangan. Keteladanan dari orang dewasa dinilai penting agar perilaku menjaga kebersihan dapat diterapkan secara konsisten, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

‎DLH KSB juga mengharapkan kerja sama panitia dan masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan KTC, Alun-alun Kota Taliwang, serta seluruh jalur yang dilalui peserta pawai. Dengan keterlibatan berbagai pihak, kegiatan perayaan diharapkan dapat berlangsung meriah tanpa meninggalkan persoalan sampah yang mengganggu kenyamanan lingkungan.

‎“Kami berharap kebiasaan menjaga kebersihan ini tidak hanya dilakukan saat Harlah KSB, tetapi juga menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita tunjukkan bahwa kemeriahan kegiatan daerah bisa berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. KSB yang bersih dan nyaman merupakan tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

‎Melalui upaya penanganan sampah dan ajakan kepada masyarakat tersebut, DLH KSB berharap peringatan Harlah ke-23 tidak hanya meninggalkan kesan melalui kemeriahan pawai budaya, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan.

‎"Semangat kebersamaan dalam perayaan diharapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menjaga kebersihan setelah menikmati kegiatan hingga membiasakan pengurangan sampah plastik dalam aktivitas sehari-hari," pungkasnya. (Hen).