Sumbawa Barat — Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat (Dishub KSB) bergerak cepat menangani gangguan penerangan jalan umum (PJU) di jalur Brang Rea menuju Desa Bangkat Monteh. Gangguan tersebut terjadi setelah kabel jaringan PJU tertimpa pohon sehingga mengganggu fungsi penerangan di sepanjang jalur tersebut.
Sekretaris Dinas Perhubungan KSB, Syaifullah, mengatakan penanganan gangguan PJU merupakan bagian dari komitmen Dishub untuk memastikan fasilitas penerangan jalan tetap berfungsi dengan baik dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap gangguan yang terjadi di lapangan menjadi perhatian Dishub, terutama apabila berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan pada malam hari.
“Kami terus berupaya menangani setiap laporan maupun gangguan PJU yang terjadi di lapangan. Tim PJU langsung melakukan perbaikan ketika ditemukan permasalahan,” ujar Syaifullah kepada media, Selasa (25/08/2026).
Syaifullah yang akrab disapa Eful menjelaskan, gangguan jaringan PJU dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya kondisi alam, seperti pohon tumbang atau dahan yang mengenai jaringan kabel, terutama ketika terjadi hujan lebat maupun cuaca buruk.
Karena itu, menurut Eful, penanganan terhadap gangguan PJU membutuhkan respons yang cepat. Hal tersebut dilakukan agar kerusakan tidak berlangsung terlalu lama dan penerangan di ruas jalan dapat kembali berfungsi secara normal.
“Kalau gangguan terjadi akibat pohon tumbang atau dahan yang mengenai kabel, tentu harus segera ditangani. Kami berupaya agar waktu gangguan tidak terlalu lama sehingga masyarakat tetap mendapatkan penerangan yang layak,” katanya.
Ia menyampaikan, keberadaan PJU memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, khususnya pada malam hari. Selain memberikan penerangan, fasilitas tersebut juga menjadi salah satu faktor pendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Eful juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam membantu pemerintah daerah melakukan pengawasan terhadap fasilitas PJU yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat.
Menurutnya, keterbatasan jangkauan petugas membuat informasi dari masyarakat menjadi sangat penting untuk mengetahui titik-titik penerangan yang mengalami gangguan.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan PJU yang mati, kabel bermasalah, atau kerusakan lainnya. Semakin cepat kami menerima laporan, semakin cepat juga tim bisa melakukan penanganan,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak membiarkan kerusakan fasilitas PJU tanpa laporan. Setiap informasi yang disampaikan warga akan membantu petugas menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan segera berdasarkan tingkat urgensinya.
“PJU ini fasilitas untuk masyarakat. Oleh karena itu, kami memerlukan dukungan masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan jika ada gangguan. Jangan menunggu terlalu lama,” tegas Eful.
Dishub KSB, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan dan perbaikan fasilitas PJU secara bertahap di seluruh wilayah kecamatan. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kerusakan serta laporan yang diterima dari masyarakat.
Eful memastikan tim PJU akan terus bergerak menangani berbagai titik yang mengalami gangguan. Setiap laporan akan menjadi bahan bagi petugas untuk menentukan lokasi yang perlu mendapatkan penanganan sesuai tingkat urgensi.
“Prinsipnya, kami akan terus melakukan pemantauan dan perbaikan. Mana yang sifatnya mendesak akan kami prioritaskan agar segera ditangani,” jelasnya.
Perbaikan jaringan PJU di jalur Brang Rea menuju Desa Bangkat Monteh menjadi salah satu bentuk respons Dishub KSB terhadap gangguan fasilitas penerangan jalan di lapangan.
Dengan adanya perbaikan tersebut, Dishub berharap fungsi penerangan di jalur tersebut dapat kembali optimal sehingga masyarakat yang melintas pada malam hari merasa lebih aman dan nyaman.
Dishub KSB juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas PJU yang merupakan aset publik. Pengawasan dan laporan dari masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi penerangan jalan di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.
“Dengan adanya kerja sama antara petugas dan masyarakat, setiap gangguan PJU bisa lebih cepat diketahui dan ditangani. Ini semua untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat,” pungkas Eful. (Hen).
